Selasa, 02 September 2014

Abuya Muhtadi, Ulama Ahlussunnah Asal Banten Haramkan HTI


Abuya Muhtadi, Ulama Ahlussunnah Asal Banten Haramkan HTI

Posted on Wednesday, 4 September 2013 | garis 15:43

Muslimedianews, Jakarta ~ Salah satu ulama ahlussunnah wal jama'ah asal Banten yang juga Rois 'Am Majelis Muzakaroh Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) KH. Abuya Muhtadi Dimyathi al-Bantani menyatakan cita-cita Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara merupakan salah satu bentuk pemberontakan.
Pengasuh Pondok Pesantren Cidahu Cadasari Pandeglang Banten ini memberikan pernyataan secara tertulis dalam surat pernyataan tertanggal 21 Agustus 2013. Surat pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh beberapa murid Abuya Muhtadi ke kantor redaksi NU Online Jakarta pada Selasa (3/9/2013) kemarin. Sebelumnya surat pernyataan itu juga sudah dikirimkan ke PBNU.
Dalam surat yang ditanda tangani sendiri oleh Abuya Muhtadi itu, beliau menyatakan HTI adalah ormas Islam dari luar negeri yang datang ke Indonesia dan ingin menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara. Perbuatan tersebut adalah salah satu macam dari pemberontakan, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka dari itu HTI harom hukumnya dalam berbagai keadaan. Demikianlah bunyi dalam surat pernyataan Abuya Muhtadi.

Abuya Muhtadi adalah seorang ulama ahlussunnah kharismatik di Pandeglang dan mempunyai banyak murid di wilayah Banten. Ayahanda beliau KH. Abuya Muhammad Dimyati adalah pendiri Ponpes Cidahu yang dirintis tahun 1965. Sejak 2003 sampai sekarang Abuya Muhtadi menggantikan ayahnya memimpin Ponpes Cidahu.
Dari pesantren ini melahirkan banyak ulama ahlussunnah seperti Al Habib Hasan bin Ja'far Assegaf pemimpin Majelis Nurul Musthofa Jakarta.
Pada 22 Agustus 2013 lalu dalam Halal Bihalal Majlis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten di Masjid Agung Ats Sauroh, Kota Serang, Abuya Muhtadi memperingatkan agar waspada dan menjaga anak-anak, keluarga dan masyarakat, khususnya di Banten agar tidak ikut-ikutan ormas Islam yang menentang NKRI dan Pancasila.
Diungkapkan Muhtadi, agama Islam dan ulama besar di Banten mengajarkan persatuan, kesatuan dan Pancasila sebagai buah perjuangan bersama yang mesti dijaga. Meski begitu, lanjut Muhtadi, mesti diingat bahwa mereka juga adalah saudara-saudara sesama umat Islam kita yang tidak boleh dianggap murtad.
Menurut murid Abuya Muhtadi, beliau gerah dengan gerakan kelompok HTI di wilayah Banten. Informasi yang dilansir dari NU Online, putra tokoh besar Abuya Dimyathi ini merasa dirugikan oleh HTI karena namanya sering dicatut dalam berbagai aktifitas mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar