Jumat, 05 September 2014

Rusia: Jika Kami Terlibat Penembakan MH17, Mana Buktinya? Internasional 1 24 Jul 2014 17:48


Rusia: Jika Kami Terlibat Penembakan MH17, Mana Buktinya?

  •  Internasional
  •  
  •  1
  •  
  •  24 Jul 2014 17:48
(thedrum.com)
Liputan6.com, Moskow - Rusia menjadi salah satu pihak yang dituding bertanggung jawab atas penembakan terhadap pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17. Moskow disebut sebagai pemasok senjata untuk pemberontak Ukraina pro-Rusia untuk menembakkan rudal ke pesawat.

Sejumlah pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki foto citra satelit yang menunjukkan rudal yang mengenai MH17 dan ditembakkan dari wilayah separatis pro-Rusia.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Rusia, Anatoly Antonov meminta AS untuk tunjukkan bukti. "Dari mana data tersebut? Jika memang ada, mengapa itu tidak dipublikasikan?" cetus Antonov, seperti dimuat Russia Today, Kamis (24/7/2014). "Apa alasannya ia membuat tuduhan tersebut? Apakah itu dibuat-buat?" imbuh dia.

Beberapa foto yang beredar di media sosial memperlihatkan rudal yang melintasi perbatasan Rusia dan Ukraina. Namun menurut Antonov, hal itu tidak benar.

"Bisa saja itu sistem rudal Buk milik Ukraina yang tengah diangkut warga dengan mesin peluncur di Kota Krasnoarmeysk yang dikuasai militer Ukraina? Atau jika memang itu foto rudal BUK 312, maka harusnya ada foto peluncur yang sama dengan yang dimiliki Ukraina."

Selain itu, Antonov mempertanyakan mengapa AS mengesampingkan kemungkinan bahwa pesawat tersebut ditembak oleh tentara Ukraina dan sengaja mengarahkan tuduhan kepada Rusia.

Moskow sebelumnya telah merilis data pantauan militer pada Selasa, 22 Juli 2014. Letnan Jenderal Andrei Katopolov menjelaskan, catatan penerbangan Rusia menunjukkan jet militer Ukraina terbang hanya beberapa kilometer dari jarak penerbangan pesawat MH17, seperti dilansir News.com.au.

"SU-25 berada pada jarak 3,5 km dari lokasi pesawat MH17, dengan rudal R-69 ia mengunci sasaran target dari 12 km dan kemudian menembakkannya pada jarak 5 km", papar Kartopolov.

Pihak Ukraina sendiri telah membantah hal tersebut dan menuding balik Rusia. "Pelakunya pasti Rusia," kata Vitaly Nayda, direktur keamanan informasi Ukraina yang menyuarakan tudingan tersebut dalam wawancara dengan CNN.

"Seorang perwira yang terlatih, dilengkapi senjata, dan sudah berpengalaman...memencet tombol." Intelijen Ukraina, kata dia, punya bukti yang mendasari klaim tersebut.

Menurut Nayda, bukti itu adalah rekaman audio yang didapat pihak intelijen. "Kami merekam percakapan antara perwira Rusia dan seseorang di kantornya di Moskow," kata dia. "Kami tahu pasti, beberapa menit sebelum rudal ditembakkan, ada laporan ke perwira tersebut bahwa pesawat (target) telah datang.

Kini dua kotak hitam MH17 telah tiba di Hampshire, Inggris pada Rabu, 23 Juli untuk diselidiki. Penyebab utama jatuhnya pesawat sekaligus pelaku penembakkan bisa terungkap dari perekam penerbangan tersebut. Sementara 298 korban jiwa telah dievakuasi untuk diidentifikasi. (Imelia Pebreyanti/Ein)
Credit: Rizki Gunawan

AS Klaim Punya Bukti Rusia Tembakkan Rudal, Termasuk ke MH17? Internasional 4 25 Jul 2014 11:03


AS Klaim Punya Bukti Rusia Tembakkan Rudal, Termasuk ke MH17?

  •  Internasional
  •  
  •  4
  •  
  •  25 Jul 2014 11:03
Ilustrasi MH17 terbakar (Liputan6.com/Andri Wiranuari)
Liputan6.com, Moskow - Teka-teki pelaku penembakan pesawat sipil Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 di langit Ukraina belum terungkap. Pejabat terkait masih menyelidikinya. Sejauh ini ada 3 tersangka pemberontak pro-Moskow, militer Ukraina, atau militer Rusia.

Amerika Serikat (AS) mengklaim pihaknya telah menemukan bukti baru bahwa Rusia telah menembakkan rudal ke langit Ukraina Timur, atau tepatnya di antara kawasan Krasni Luch, Luhansk dan Shakhtarsk, dekat Donetsk. Donetsk adalah kota yang dikuasai pihak pemberontak pro-Rusia.

"Kami punya bukti baru bahwa Rusia menembakkan rudal ke di sekitar wilayah Rusia untuk menyerang militer Ukraina," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS, Marie Harf, seperti dimuat Sky News, Jumat (25/7/2014). Apakah bukti itu terkait penembakan terhadap MH17? Dia tak menjelaskan.

Marie Harf menambahkan, pihaknya juga menemukan bukti bahwa Moskow belakangan ini juga menyuplai senjata militer, termasuk rudal dan peluncur ke pemberontak Ukraina. "Bukti lain, Rusia terus mengirim peluncur roket yang lebih canggih kepada pasukan separatis di ukraina," kata Marie.

"Bukti ini kami dapat dari informasi agen intelijen," imbuh dia. Namun detail dari informasi intelijen itu tak dibeberkan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan (Pentagon) Steve Warren menyebut langkah Rusia ini jelas merupakan "eskalasi militer" dari mereka.

Secara terpisah, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Rusia, Anatoly Antonov meminta AS untuk menunjukkan bukti bahwa pihaknya yang bertanggung jawab atas penembakkan MH17.

"Dari mana data tersebut? Jika memang ada, mengapa itu tidak dipublikasikan?" cetus Antonov, seperti dimuat Russia Today, 24 Juli. "Apa alasannya ia membuat tuduhan tersebut? Apakah itu dibuat-buat?" imbuh dia.

Pernyataan Antonov itu terkait beredarnya beberapa foto di media sosial yang memperlihatkan rudal yang melintasi perbatasan Rusia dan Ukraina. Menurut Antonov, hal itu tidak benar.

"Bisa saja itu sistem rudal Buk milik Ukraina yang tengah diangkut warga dengan mesin peluncur di Kota Krasnoarmeysk yang dikuasai militer Ukraina? Atau jika memang itu foto rudal BUK 312, maka harusnya ada foto peluncur yang sama dengan yang dimiliki Ukraina."

Selain itu, Antonov mempertanyakan mengapa AS mengesampingkan kemungkinan bahwa pesawat tersebut ditembak oleh tentara Ukraina dan sengaja mengarahkan tuduhan kepada Rusia.

Pesawat MH17 jatuh di Ukraina Timur pada Kamis 17 Juli siang waktu setempat. Sebanyak 298 orang yang berada di kapal terbang tersebut dipastikan tewas. Kotak hitam telah diterima delegasi Malaysia untuk diselidiki. Sementara ratusan jasad korban MH17 dalam proses evakuasi. (Ein)
Credit: Rizki Gunawan

Indonesia Sasaran Empuk Investor Rusia Ekonomi 0 25 Jul 2014 19:26


Indonesia Sasaran Empuk Investor Rusia

  •  Ekonomi
  •  
  •  0
  •  
  •  25 Jul 2014 19:26
Ilustrasi Investasi (Liputan6.com/Johan Fatzry)
Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, Djauhari Oratmangun mengungkapkan Indonesia merupakan tempat yang menarik untuk investasi, khususnya bagi investor Rusia.

Hal tersebut, terlihat dari cukup banyaknya investor Rusia  yang mulai menjajaki Indonesia. Dia menyebut, diantaranya investasi di jalur kereta di Kalimantan Barat dengan panjangan 198 kilometer (km).

"Cukup banyak. Itu ada investasi di jalur kereta api,itu ada di Kalimantan Barat dengan panjang 198 km dengan investasi US$ 2,5 milliar dan mudah-mudahan  dalam waktu singkat akan groundbreaking," ujarnya, Jakarta, Jumat (25/7/2014).

Tak hanya itu, pihaknya juga menyebut Indonesia memiliki potensi investasi industri alumina senilai US$ 3 miliar.

"Apalagi investasi di Indonesia kuartal II tahun 2014 juga luar biasa yang diumumkan oleh Kepala BKPM Rp 112 triliun, itu besar banget. Dalam konteks itu, Rusia di dalam situ. Mudah-mudahan menjadi signifikan," ujarnya.

Melihat potensi yang besar, dia mengatakan peluang ini sangat menguntungkan. Namun demikian jika tidak dimanfaatkan maka berpotensi akan direbut negara lain. Pengusaha Indonesia mesti agresif merangkul investor-investor tersebut.

"Jadi mereka ini melihat, bahwa potensi Indonesia untuk orang Rusia itu luar biasa. Ini peluang ini yang harus kita tangkap, tapi harus bersaing juga dengan negara tetangga kita yang lebih agresif. Tapi saya juga inginkan agar pengusaha-pengusaha  kita lebih agresif melihat  Rusia sebagai negara potensi agar bisa investasi ke Indonesia,"tutup dia. (Amd/Gdn)
Credit: Arthur Gideon

Capello Siap Mundur dari Timnas Rusia


Capello Siap Mundur dari Timnas Rusia

  •  Liga Dunia
  •  
  •  0
  •  
  •  31 Jul 2014 12:12
Fabio Capello (REUTERS/Damir Sagol)
Liputan6.com, Moskow - Fabio Capello akan mengundurkan diri sebagai Pelatih Rusia jika pihak-pihak yang mempekerjakannya serta timnya kehilangan kepercayaan terhadapnya.

Berbicara di konferensi pers untuk pertama kalinya sejak Rusia gagal melaju dari fase grup di Piala Dunia 2014, mantan pelatih timnas Inggris itu berkata dirinya bersandar pada dukungan dengan antusiasme dan kepercayaan diri.

"Ketika kami pergi ke Piala Dunia, semua orang gembira," ucap pria Italia berusia 68 tahun itu seperti dilansir Mirror.

"Sepakbola bersandar pada momen-momen tertentu. Saya bekerja dengan antusiasme. Saya melihat dukungan dari sekeliling saya. Jika mereka meyakini bahwa saya sebaiknya berhenti, jangan khawatir, saya akan berhenti."


Capello memperpanjang kontraknya, sebesar 9 juta euro per tahun, pada Januari tahun ini. Kontrak itu berlangsung sampai Piala Dunia 2018, yang akan diselenggarakan di Rusia. 

"Jika saya berada di sini, maka saya akan bekerja. Ini merupakan konfirmasi dari hal itu. Federasi mempercayai saya, serta Kementrian Olahraga."

"Liburan kami telah usai. Saya datang ke Rusia untuk bekerja dan, dalam waktu sebulan, kami akan memulai kualifikasi ke Piala Eropa 2016."

Rusia berada di Grup G, bersama Swedia, Austria, Montenegro, Moldova, dan Liechtenstein dalam perjuangan mereka memperebutkan tiket putaran final di Prancis.

"Target utama adalah Piala Dunia 2018 di Rusia. Namun sebelum itu, kami harus masuk ke putaran final Piala Eropa 2016," ucap Capello.

Petinggi Ukraina Gusar Tiga Klub Gabung ke Liga Rusia Liga Dunia 0 02 Agu 2014 04:06


Petinggi Ukraina Gusar Tiga Klub Gabung ke Liga Rusia

  •  Liga Dunia
  •  
  •  0
  •  
  •  02 Agu 2014 04:06
CSKA Moskow (Jorge Guerrero / AFP)
Liputan6.com, Moskow - Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Ukraina (FFU), Anatoly Popov, gusar atas tindakan Rusia yang membolehkan tiga klub Krimea bergabung dengan Liga Rusia. Tiga klub yang dianeksasi Rusia, Maret lalu itu, diizinkan bergabung dengan divisi tiga Rusia oleh Federasi Sepak Bola Rusia (RFU).

"Krimea adalah bagian teritorial Ukraina," kata Popov seperti dikutip www.tribuna.com, Jumat (1/8/2014). "Fakta ini diakui oleh komunitas internasional pada Majelis Umum PBB."

"Negara Ukraina akan berusaha keras mengembalikan Semenanjung Krimea, sedangkan FFU akan melakukan upaya yang mungkin paling menyebalkan untuk membawa kembali klub-klub Krimea ke Liga Ukraina."

Ketiga klub yang bergabung dengan divisi tiga Rusia tersebut adalah TSK Simferopol, SKCF Sevastopol, dan Zhemchuzhina Yalta. Klub-klub itu didirikan belum lama ini dan terdaftar di kota-kota selatan Rusia Krasnodar dan Rostov-on-Don.

"Klub-klub sepakbola di Krimea dibentuk sesuai dengan legislasi Rusia," kata Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko.

Rangkai Video dan Foto, Ahli Belanda Rekonstruksi MH17 Jatuh Internasional 0 02 Agu 2014 16:00


Rangkai Video dan Foto, Ahli Belanda Rekonstruksi MH17 Jatuh

  •  Internasional
  •  
  •  0
  •  
  •  02 Agu 2014 16:00
Puing-puing MH17 di Ukraina. (News Corp)
Liputan6.com, Donetsk - Guna mengungkap bagaimana terjadinya kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina timur, peneliti dari Belanda menggunakan media jepretan foto dari lokasi jatuhnya burung besi itu. Ratusan gambar yang belum pernah dilihat sebelumnya, akan dirangkai dalam penyelidikan yang sangat sensitif itu.

Media Australia News Corp seperti dimuat News.com.au, Jumat (2/8/2014) mengungkap, tim dari Belanda itu sedang mencoba merekonstruksi menjelang dan setelah jatuhnya Boeing 777 itu pada 17 Juli.

Para petugas yang berada di Amsterdam itu disebutkan menggunakan hampir 200 foto dan video, yang diambil dari postingan publik ke situs khusus polisi Belanda. Polisi mengatakan, gambar yang telah dikirim warga masih dikumpulkan, sehingga terlalu dini untuk mengatakan apa saja yang telah diterima.
Namun mereka mengemukakan telah menerima gambar pesawat jatuh dan saat di darat setelah ditembak di Ukraina Timur.
"Peneliti juga mencari gambar dan video dari lokasi kecelakaan sebelum pesawat itu jatuh, dalam upaya mengumpulkan adegan terkait insiden itu," ujar juru bicara polisi Belanda Lisette Koning.
Lanjut Koning, para peneliti ingin melihat gambar awal tahun ini dan tahun lalu dari daerah yang sama.
"Kami telah meminta orang-orang untuk meng-upload video dan gambar dari waktu sebelum kecelakaan, saat kecelakaan dan setelah kecelakaan," beber Koning.
Rencananya, sambung Koning, tim tersebut akan merekonstruksi kejadian kecelakaan MH17 serinci mungkin.
"Kami akan merekonstruksi dari situs, bagaimana situs itu sebelum kecelakaan, saat kecelakaan dan setelah kecelakaan," jelas Koning.
Pemerintah Belanda mengatakan, gambar tersebut juga akan membantu dalam proses identifikasi korban dan barang-baran pribadinya.
Sejauh ini, pemerintah Belanda telah merevisi jumlah korban asal Belanda menjadi 196. Salah satu dari mereka memiliki kewarganegaraan ganda. Departemen Kehakiman Belanda menyatakan hal itu karena dalam paspor penumpang tersebut juga berkewarganegaraan Malaysia.
Upaya untuk melakukan pencarian penuh dan misi pemulihan serta investigasi di lokasi jatuhnya burung besi yang membawa 298 orang --13 di antaranya WNI-- itu terhambat karena ada bentrokan. Ini menyebabkan para peneliti yang akan melakukan investigasi dan mengambil sekitar 80 jenazah sulit mencapai zona kecelakaan.
Sejauh ini baru 1 jasad yang telah diidentifikasi, yakni berjenis kelamin laki-laki asal Belanda. Namun identitasnya belum diungkap ke publik.
Sebuah tim beranggotakan 200 ahli identifikasi juga telah dikerahkan untuk mengevakuasi dan mengidentifikasi para korban dalam penerbangan MH17. 38 Di antaranya berasal dari Australia.
Baca Juga:
(Sss)

Mencuri Sapi di Malaysia, 6 WNI Dibekuk TNI Peristiwa 2 04 Agu 2014 17:42


Mencuri Sapi di Malaysia, 6 WNI Dibekuk TNI

  •  Peristiwa
  •  
  •  2
  •  
  •  04 Agu 2014 17:42
(Foto: West Australian)
Liputan6.com, Pontianak - Berawal dari laporan masyarakat, 6 WNI yang tengah mencuri sapi di Malaysia dibekuk. Mereka diduga sebagai pelaku pencurian di wilayah perbatasan RI-Malaysia, tepatnya di Kecamatan Sajingan km 22 Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang kerap terjadi akhir-akhir ini.

Atas dasar itu, Komandan Pos (Danpos) Sajingan Terpadu Satgas Yonif Linud 501/BY Lettu Inf Agung Yudha Nugraha berupaya menggagalkan aksi kawanan itu. Setelah mengintai selama 3 x 24 jam usahanya beserta 3 anak buah itu akhirnya membuahkan hasil.

"Tepatnya pada 31 Juli 2014 yang lalu, Danpos Sajingan Terpadu Satgas Yonif melaksanakan pengendapan selama 3 x 24 jam di wilayah perbatasan Kecamatan Sajingan. Setelah itu melaksanakan pengendapan bersama 3 anggota dan berhasil menangkap 6 orang pencuri bersenjata," kata Agung di Pontianak, Kalbar, Senin (4/8/2014).

"Keenam pencuri tertangkap saat melakukan aksi pencurian sapi di wilayah Malaysia," imbuh dia.



Nama-nama yang tertangkap berinisial MC (34), Ea (42), MM (34), Te (41), Rn (30), dan Ag (32). Ke 6 pencuri bersenjata tersebut telah diamankan berikut barang buktinya di Pos Sanjingan dalam rangka penyidikan.
Usai penyidikan, kasus ini kemudian dilaporkan kepada Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pamtas Yonif Linud 501/BY, Pasi Intel, Pakum pada Kamis 31 Juli 2014 lalu sekitar pukul 21.30 WIB.

"6 Orang tersangka beserta barang buktinya diserahkan ke Polsek Sajingan Besar diterima oleh Brigadir D Simanjuntak Polsek Sajingan Besar. Dan untuk selanjutnya melaksanakan proses hukum lebih lanjut," pungkas Agung.
Berikut daftar barang bukti yang disita kepolisian:
2 Ekor sapi yang telah dipotong-potong @ 300 kg.
5 Pucuk senjata api rakitan jenis soft gun laras panjang (boman)
1 Butir amunisi aktif tanpa proyektil kaliber 12 mm
3 Butir amunisi aktif kaliber 12 mm
7 Butir selongsong
5 Buah parang
2 Buah kapak
2 Unit kendaraan roda dua
1 Unit mobil pickup Daihatsu Gran Max Nopol KB1518 XX
1 Surat tanda coba kendaraan bermotor